aqiqah usia dewasa

Ini menjadi pertanyaan yang sering dilontarkan guna sebagian orang. Bagaimana bila menggelar aqiqah ketika anak sudah dewasa atau terlanjur besar?

Berdasarkan penjelasan dari pendapat seluruh ulama, apabila orang tuanya dahulu merupakan orang yang tidak bisa pada saat waktu dianjurkannya aqiqah maka ia tidak punya kewajiban apa-apa walaupun mungkin setelah itu ia telah dapat guna aqiqah.

Sebagaimana apabila seseorang kurang mampu saat masa-masa pensyariatan zakat, maka ia tidak diwajibkan mengeluarkan zakat, meskipun sesudah tersebut kondisinya serba cukup.

Jadi apabila keadaan orang tuanya tidak dapat saat pensyariatan aqiqah, maka aqiqah menjadi gugur karena ia tidak memiliki kemampuan.

Sedangkan bila orang tuanya dapat semenjak anak lahir, namun ia menunda aqiqah hingga anaknya dewasa, maka pada ketika tersebut anaknya tetap diaqiqahi walaupun sudah dewasa.

Begitu juga hadits berkata:

“Jika seseorang anak tidak diaqiqahi, maka ia tidak akan memberi syafaat guna orang tuanya pada hari kiamat nanti.”

Imam Asy Syafi’i memiliki pendapat bahwa aqiqah tetap dianjurkan walaupun diakhirkan. Namun dianjurkan supaya tidak diakhirkan sampai umur baligh.

Jika aqiqah diakhirkan sampai umur baligh, maka kewajiban orang tua menjadi gugur. Akan tetapi ketika itu, anak punya pilihan, boleh mengaqiqahi dirinya sendiri atau tidak. (Shahih Fiqih Sunnah, 2/383)

Nah, sudah paham kan sekarang tentang teknik teknik mengadakan aqiqah untuk anak yang sudah dewasa ?

Baca juga: Biaya Aqiqah Anak Perempuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *