Dalam beberapa penjelasan Bahwasannya :Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk melaksanakan aqiqah pada hari ke-7 kelahiran bayi dengan menyembelih 2 ekor kambing untuk anak laki-laki dan 1 ekor kambing untuk anak perempuan
Dan dari uraian diatas perlu kiranya kita memiliki pemahaman tentang aqidah (akidah ) yang benar. Hindari perbuatan syirik yang dilakukan tanpa disadari. Diantaranya jangan terlalu mempercayai pemahaman tentang adanya hari baik dan buruk. Tanpa pendalaman dan pemahaman yang tidak jelas dasarnya.
Karena dalam Islam agama tauhid yang meletakkan Allah adalah penguasa segala sesuatu. Tidak ada apa pun yang serupa dengan Dia. Selain itu, amal ibadah yang dilaksanakan akan diterima jika berlandaskan pada iman yang shahih.

Maka Kita meninjau beberapa hal kaitannya hal baik dan buruk tersebut, Lewat tuntunan Al qur’an yang memberikan penjelasan lebih gamblang. Diantaranya :

1.     Apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri (Q.S. An Nisaa : 79)
Sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kapada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka (Q.S. Al Maaidah : 49)
2.    Sesungguhnya kami akan menurunkan adzab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik (Q.S. Al Ankabut : 34)
3.   Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia (Q.S. Ar Ruum : 41)
4.   Memuja dan mencela waktu juga dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Dalam sebuah Hadist Qudsi Allah

berfirman:
5.  Anak-anak Adam ada yang menyakiti hatiku, mereka mencela waktu, padahal Akulah yang menciptakan waktu

(HR. Bukhari)

6.  Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda:
Janganlah mencela waktu, karena sesungguhnya Allahlah yang menciptakan waktu (HR.Muslim)

Allah melarang kita mengikuti sesuatu yang kita tidak memiliki pengetahuan tentang hal tersebut. Kebanyakan

manusia mempercayai waktu baik dan waktu buruk hanya karena ikut-ikutan. Biasanya ikut kepercayaan nenek

moyang (orang terdahulu) atau kata orang banyak, padahal Allah mengingatkan:
7. Janganlah kamu mengikuti apa-apa yang tidak ada pengetahuanmu atasnya, sesungguhya pendengaran,

penglihatan dan hati akan dimintai pertanggungjawaban (Q.S. Al Israa : 36)
8. Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.

Mereka tidak lain hanya mengikuti persangkaan belaka (Q.S. Al An’aam : 116)
Rasulullah SAW melarang kita mendatangi dukun atau paranormal untuk bertanya sesuatu hal padanya dan mempercayai apa yang dia katakan. Termasuk di dalamnya menanyakan waktu baik atau waktu buruk ketika akan melaksanakan suatu hajat. Jika hal tersebut dilakukan, maka sudah masuk dalam kategori syirik (menyekutukan Allah) dan amal ibadanya tidak diterima.

9.  Barangsiapa yang mendatangi dukun/paranormal, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari (HR. Muslim)
Barangsiapa yang mendatangi dukun dan mempercayai ucapannya berarti kufur terhadap Al Qur’an yang

diturunkan kepada Muhammad (HR. Ahmad)

10. Bukan umatku, orang yang mempercayai tanda-tanda keberuntungan dan tanda-tanda kesialan” (HR. Al bazaar)

 

Jadi untuk memahami pertanyaan judul diatas, maka jelaslah bahwa bagaimana cara mensikapi akan sebuah larangan aqiqah di bulan Ramadhan. Bahkan, kita dilarang untuk mempercayai akan terjadi hal buruk jika melaksanakan akikahan di bulan Ramadhan. Selain bulan Ramadan, aqiqah juga boleh dilaksanakan pada bulan haji (Dzulhijjah), bulan Suro (Muaharram) dan bulan-bulan lainnya.

Rasulullah SAW bersabda:
Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan!” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah itu?” Beliau menjawab, “Syirik kepada Allah; sihir; membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq; memakan riba; memakan harta anak yatim; berpaling dari perang yang berkecamuk; menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina. (HR. Bukhari dan Muslim)
Semoga Allah menjauhkan kita dari melakukan dosa yang tak terampuni tersebut. Kita dapat mengadakan acara syukuran atau walimahan kapan saja (termasuk walimatul aqiqah), bahkan di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan dimana terdapat keutamaan malam Lailatul Qadar di dalamnya.
Bulan Ramadhan menandakan bahwa umat Islam melaksanakan kewajiban puasa Ramadhan yang merupakan rukun Islam pada siang hari. Beberapa orang mungkin enggan melaksanakan acara syukuran di bulan Ramadhan, padahal sangat baik untuk mengadakannya di bulan Ramadhan. Misalnya saja ingin melaksanakan aqiqah menurut Islam di bulan Ramadhan.Adapun ketentuan aqiqah sesuai dengan ajaran Rasul adalah hanya dengan memotong hewan aqiqah dan membagikannya kepada tetangga dan sanak saudara. Berbeda dengan apa yang dilakukan orang-orang kebanyakan di jaman sekarang yang mengadakan aqiqah dengan sangat meriah.

Hal ini berdasarkan hadist Nabi SAW, yang artinya:
Setiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ketujuh, dan dia dicukur, dan diberi nama. (HR Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan, dan dishahihkan oleh Tirmidzi).
Demikian uraian yang bisa dijelaskan dalam memahami adanya pendapat tentang aqiqah dibulan suci ramadhan.

Untuk informasi dan pemesanan Ridho Penyedia Layanan Aqiqah Jasa Terbaik dan murah. lebih lanjut hubungi Tlp/WA 0823 – 3333 – 3776

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *